Sandratex: Ekspor Tekstil dari Ciputat Ciputat, Tangerang Selata

19.01.10
Dwi Anggraini Puspa Ningrum
Foto : Mufi Al Umam

PT Sandratex adalah sebuah perusahaan tekstil yang ada di Ciputat sejak tahun 1980-an. Kehadiran PT Sandratex dinilai merubah nasib beberapa orang yang tinggal di lingkungan sekitar perusahaan tekstil ini, karena banyak sekali masyarakat yang tinggal berdekatan dengan PT Sandtarex mendapatkan pekerjaan sebagai buruh.

Plang penunjuk jalan masuk ke PT Sandratex
Plang penunjuk jalan masuk ke PT Sandratex


Berada pada jalan yang luas di pinggir Jalan Djuanda, perusahaan ini mengalami kejayaannya sebagai perusahaan tekstil hingga tahun 1995. Kehebatannya terbukti dengan kualitas kain yang dihasilkan dan penjualannya yang memuncak baik untuk penjualan dalam negeri, maupun ekspor. Untuk ekspor, Sandratex mampu merambahi Amerika dan Eropa untuk menunjukan kualitas kain buatan Indonesia, sedangkan untuk penjualan dalam negeri hampir diseluruh pulau terutama jawa terdapat kain buatan PT Sandratex. Hal lain yang menunjukan bahwa Sandratex adalah perusahaan kain yang besar yaitu ketika masa krisis moneter mendera Indonesia dan mengakibatkan berbagai macam perusahaan termasuk perusahaan tekstil mengalami penurunan omset yang mengakibatkan PHK besar terjadi dimana-mana, namun beda halnya dengan PT Sandratex, krisis moneter yang berlangsung di Indonesia justru menjadikan perusahaan tekstil ini menambah jumlah karyawan dan buruhnya. Hingga pada akhirnya jumlah pekerja di perusahaan tekstil ini berjumlah sekitar 5000 orang. Kejayaan perusahaan tekstil ini juga dibuktikan dengan seringnya diadakan berbagai macam acara hiburan, mulai dari pentas seni yang menampilkan band pemuda Ciputat hingga acara-acara hiburan lainnya yang tidak hanya diperuntungkan kepada para pekerja Sandratex, namun juga untuk masyarakat Ciputat kala itu.

Aku sangat sering melewati PT Sandratex karena jaraknya yang sangat dengan kampusku, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, selain itu rumah salah seorang temanku juga  berada sangat dekat dengan PT Sandratex, dari ayahnya lah aku mendapat banyak cerita mengenai Sandratex.

Dua orang pekerja Sandratex menuju gerbang masuk perusahaan
Dua orang pekerja  menuju gerbang masuk PT Sandratex

Rasa penasaran saya terhadap PT Sandratex yang merupakan satu-satunya perusahan tekstil yang ada di wilayah Ciputat dan memiliki masa kejayaan yang berpengaruh terhadap kota Ciputat sendiri, aku tuntaskan dengan mencari informasi selengkapnya mengenai PT Sandratex, ditemani oleh Eni Wibowo yang juga merupakan partisipan akumassa Ciputat. Sebuah warung tenda biru yang berda tepat di depan PT Sandratex menjadi sebuah sumber informasiku mengenai seluk-beluk perusahaan tekstil ini. Pemilik warung tenda biru ini bernama Mpok Enda, ia merupakan mantan pekerja PT Sandratex selama lima tahun lamanya.

“Bu, Coffeemix 2, tapi dibikin es aja ya,” ucapku ketika pertama kali datang ke warung tersebut.

“Minum disini, Neng?” Tanya Mpok Enda.

“Iya disini aja, sekalian saya mau pesan bakso.”

Terdengar musik keroncongan yang mendayu-dayu, perhatian saya pun tertuju pada sumber musik keroncongan yang ternyata berasal dari sebuah ponsel seorang bapak berkumis tebal dan gendut yang sedang bermain catur. Warung ini cukup ramai di suasana sore hari dengan para pengunjung pria yang sudah berumur.

“Skak ster…” ucapku pada bapak-bapak berkumis tebal yang duduk di sebelahku.

“Hahahahaha… bisa main catur juga, Neng?” Tanya bapak berkumis tebal padaku.

“Bisa, tapi nggak jago,” jawabku.

Itulah sedikit salam pembuka ku yang diselipi dengan candaan-candaan kecil terhadap mereka orang-orang yang berada sangat dekat dengan PT Sandratex. Merasa tidak sabar untuk mengetahui informasi tentang PT Sandratex, aku memulai dengan bertanya pada Mpok Enda, penjual kopi. Percakapan kecil pun mengalir di antara kami.

Warung tenda biru Mpok Enda, sumber informasiku
Warung tenda biru Mpok Enda, sumber informasiku

“ Yang pake seragam biru-biru itu karyawan Sandratex ya, Mpok?” Tanya ku pada Mpok Enda ketika melihat sekerumununan orang berseragam biru keluar dari PT Sandratex dengan menggunakan sepeda.

“Iya Neng, itu mah orang yang kerja di Sandratex tapi staf-nya, kalau buruh-buruhnya berseragam putih-hijau. Saya juga punya seragam kayak begitu, dulu saya kerja jadi staf di Sandratex, karena saya hamil terus ngurus anak akhirnya saya berhenti kerja.”

Tanpa harus panjang lebar bertanya sepertinya Mpok Enda memang sangat mengerti apa yang aku inginkan, ia langsung bercerita banyak tentang berbagai hal mengenai PT Sandratex. Dalam penuturannya bersama orang-orang sekitar yang berada sangat dekat denganku, aku memperoleh informasi bahwa kini PT Sandratex tidaklah sejaya dahulu, jumlah karyawannya menurun drastis sejak 2003. Kini pekerja yang ada di dalamnya mulai dari buruh, staf, personalia, dan sebagainya hanya berjumlah sekitar 1000 pekerja, bahkan PT Sandratex yang tadinya memiliki 2 cabang pembantu yang juga berada di Ciputat kini telah bangkrut dan tutup. Jangankan penambahan karyawan, untuk sekedar menaruh lamaran pekerjaan pun sangat sulit jika tidak dibantu dengan orang dalam.

Suasana jam pulang kerja di Sandratex, para pekerja bergegas pulang
Suasana jam pulang kerja di Sandratex

Sekarang PT Sandratex dipimpin oleh orang Cina. Tidak ada lagi kantin di dalam perusahaan, tidak ada lagi hiburan bagi karyawannya seperti dulu, bahkan manajemen perusahaan seperti bagian keuangan, HRD dan lainnya, kurang stabil. Serta tidak ada lagi pengiriman karyawan yang kompeten ke Jepang untuk belajar dan bekerja, seperti yang dilakukan pada masa jayanya. Bahkan, sekarang Sandratex tidak mengijinkan para siswa SMK untuk magang di sana.

http://akumassa.org/program/ciputat-tangerang-selatan/sandratex-ekspor-tekstil-dari-ciputat/#more-3532

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: