Sebuah cerita kecil dari perbatasan kota Tangerang dan Kabupaten Bogor, di mana hiduplah Kang Sui Liong, sang penjaga kuil, bersama istri dan anak-anaknya.
Zaman berganti. Kang Sui Liong menjadi saksi kejayaan kaum Cina Benteng yang hidup dari hilir di Tangerang ke hulu di Bogor, hingga proses asimilasi menghitamkan kulit mereka.
Di kala hari telah senja, Kang Sui Liong duduk termangu di persimpangan jalan, bertanya pada dirinya sendiri, akan di bawa ke mana tradisi warisan leluhur ini kelak.

Sutradara:
Otty Widasari (Forum Lenteng) berkolaborasi dengan Komunitas Djuanda

Tidak  jauh dari markas Komunitas Djuanda di Mandor Baret, Legoso – Ciputat,  terdapat sebuah lapangan futsal. Aku merasa senang karena aku dapat menemukan tempat untuk bermain bola khususnya futsal yang jaraknya sangat dekat dengan kampusku dan kantor Komunitas Djuanda. Mungkin itu alasan kenapa aku mencari markas dekat dengan lapangan futsal.

Pertandingan futsal di Primaraga Futsal

Pertandingan futsal di Primaraga Futsal

Lapangan tersebut bernama Primaraga Futsal, di dalamnya terdapat dua lapangan, yaitu lapangan A dan B. Masing-masing lapangan memiliki fasilitas yang berbeda. Harganya pun berbeda. Perbandingan harganya, lapangan A lebih mahal sepuluh ribu ketimbang lapangan B. Hal itu disebabkan karena pada lapangan A terdapat fasilitas kipas angin dan kondisi alas lapangan yang berbeda. Lapangan A memiliki kombinasi warna lebih bagus, tentunya ini menjadi sebuah keistimewaan besar bagi pencinta futsal untuk melepaskan kecintaanya terhadap dunia futsal. Sedangkan pada lapangan B, alas kakinya tidak sebagus di lapangan A dan tidak ada kipas anginnya.

Read More

Minggu 27 Februari 2011, adalah hari yang ditetapkan dalam pelaksanaan Pemilukada Tangerang Selatan setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan. Gugatan yang dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi dilakukan oleh pasangan Arsid-Andre Taulany dan pasangan Yayat Sudrajat-Norodom Soekarno. Bagi penggugat, kemenangan pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie penuh dengan indikasi kecurangan dan pelanggaran sistematis, terstruktur, dan massif selama Pemilukada yang melibatkan unsur-unsur di birokrasi pemerintahan dan masyarakat luas.  Dalam amar putusannya, Mahkamah Konstitusi memerintahkan kepada KPUD Kota Tangerang Selatan untuk menggelar kembali pemungatan suara ulang dan instruksi MK tersebut dipatuhi dengan  menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang Pemilukada pada Minggu, 27 Februari 2011.

Banner sosialisasi Pemilihan Ulang Pemilukada Tangerang Selatan

(Baca Selengkapnya…)

Ciputat, sebuah kota kecamatan yang kini masuk menjadi bagian dari Kota Tangerang Selatan, adalah sebuah wilayah yang mempunyai mobilitas sangat tinggi. Aktifitas masyarakatnya selama 24 jam seakan terus berdenyut. Sebagai wilayah permukiman, Ciputat dalam perkembangannya mengalami peningkatan volume penduduk yang semakin bertambah. Belum lagi di Ciputat berdiri sebuah kampus negeri yang bernama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang setiap tahunnya menerima mahasiswa baru dan selama 4 kali dalam setahun mengadakan wisuda sarjana.

Gapura "Selamat Datang di Provinsi Banten", yang sekaligus menjadi gerbang masuk wilayah Ciputat

Dalam 7 tahun yang lumayan lama kujalani di Ciputat secara langsung dan tidak langsung, sadar atau tidak sadar telah membentuk kepribadianku, rasanya di tempat ini benar-benar dimulai dan berlangsung sebuah pembelajaran hidup, sebuah pencarian makna diri, sebuah perenungan yang tak berkesudahan. Di kota ini pula nuansa kosmopolitanisme kutemukan, karakter kosmopolit layaknya sebuah prasyarat dari sebuah kota moderen.

Papan reklame di dekat kampus UIN Syarif Hidayatullah

Ciputat yang penuh warna dan beragam kesibukan menjadi ajang pertarungan bagi para pengiklan yang mempunyai ambisi dan mimpi. Di samping itu perkembangannya yang begitu cepat sejak 7 tahun terakhir aku mendiami wilayah ini, tentunya menggoda para investor yang ingin melebarkan sayapnya di kota ini.  Bagaimana tidak, pertumbuhan unit usaha yang bergerak di bidang jasa, perdagangan dan pemukiman selalu menanjak grafiknya dari tahun ke tahu, begitupun dengan kurva permintaan yang tinggi. Artinya, Ciputat khususnya dan Kota Tangerang Selatan pada umumnya berpotensi sekali sebagai lahan baru bagi pertumbuhan ekonomi. Wilayah ini secara tipologis masuk ke dalam kawasan urban fringe (kawasan yang berada di antara kota besar dan kawasan pedesaan).

(Baca Selengkapnya…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.